Kerangka Bagian Utama Penulisan Skripsi: Panduan Lengkap dan Realistis untuk Mahasiswa
Bagi sebagian mahasiswa, kata skripsi terdengar seperti sesuatu yang rumit, panjang, dan penuh revisi. Tidak sedikit yang mulai merasa gelisah ketika memasuki semester akhir, terutama ketika sudah mulai memikirkan bab per bab yang bentuknya belum jelas. Namun sebenarnya, jika kita sudah memahami struktur inti atau kerangka skripsi sejak awal, proses penulisan bisa terasa lebih ringan dan lebih mudah diatur.
Skripsi bukan hanya tugas akhir untuk kelulusan. Ia adalah bukti bahwa seorang mahasiswa mampu melakukan proses berpikir ilmiah secara runtut—mengenali masalah, mencari referensi, memilih metode, menganalisis data, lalu menarik kesimpulan yang logis. Dan semua alur berpikir itu dituangkan dalam struktur yang disebut bagian utama skripsi.
Apa Itu Bagian Utama Skripsi?
Secara umum, hampir semua kampus membagi penulisan skripsi menjadi tiga bagian besar:
- Bagian Awal → Sampul, abstrak, daftar isi, dan halaman awal lainnya
- Bagian Utama → BAB I sampai BAB V (yang kita bahas di artikel ini)
- Bagian Akhir → Daftar pustaka, lampiran, instrumen, dan dokumen pendukung
Dari ketiga bagian itu, bagian utama adalah inti penelitian—bagian yang berisi alasan penelitian dilakukan, teori pendukung, metode, hasil penelitian, dan kesimpulan. Jika salah satu bab dalam bagian ini tidak tepat susunannya, maka pembaca, termasuk penguji, akan merasa bahwa penelitian tidak memiliki alur yang jelas.
Struktur Umum Bagian Utama Skripsi
Walaupun setiap kampus mungkin memiliki sedikit variasi, struktur inti skripsi hampir selalu mengikuti urutan berikut:
- BAB I – Pendahuluan
- BAB II – Tinjauan Pustaka
- BAB III – Metode Penelitian
- BAB IV – Hasil dan Pembahasan
- BAB V – Kesimpulan dan Saran
Mari kita bahas satu per satu agar lebih mudah memahaminya.
BAB I – Pendahuluan
BAB I adalah gambaran awal penelitian. Di sini Anda menjelaskan konteks, alasan, dan arah penelitian. Dengan kata lain, BAB I menjawab pertanyaan: “Mengapa penelitian ini perlu dilakukan?”
Subbagian umumnya meliputi:
- Latar belakang masalah
- Rumusan masalah
- Tujuan penelitian
- Manfaat penelitian
- Batasan penelitian
- Definisi operasional (opsional sesuai kampus)
Tips penting: tulis latar belakang seperti bercerita—mulai dari fenomena umum lalu fokus ke inti masalah. Hindari kalimat berputar-putar dan mulailah dengan fakta, data, atau fenomena nyata.
BAB II – Tinjauan Pustaka
Di bab ini, Anda menyebutkan teori yang mendukung penelitian. Banyak mahasiswa menganggap bagian ini hanya kumpulan definisi, padahal yang lebih penting adalah bagaimana teori itu relevan dengan penelitian Anda.
Biasanya BAB II berisi:
- Teori dan konsep utama
- Variabel penelitian dan indikatornya
- Penelitian terdahulu
- Kerangka berpikir
- Hipotesis (jika penelitian kuantitatif)
BAB II menunjukkan bahwa penelitian Anda bukan berdiri sendiri, melainkan melanjutkan proses ilmiah yang sudah ada.
BAB III – Metode Penelitian
BAB ini adalah “panduan kerja” penelitian. Apapun metode yang digunakan, penulisan harus jelas dan logis sehingga penelitian dapat direplikasi.
Umumnya berisi:
- Jenis penelitian (misal: kuantitatif, studi kasus, eksperimen, kualitatif)
- Populasi dan sampel
- Teknik dan alat pengumpulan data
- Instrumen penelitian dan uji validitas
- Teknik analisis data
- Lokasi dan waktu penelitian
Jika ada perubahan proses dari rencana awal, tuliskan sesuai kenyataan. Banyak mahasiswa takut menjelaskan perubahan, padahal justru transparansi adalah bagian dari etika ilmiah.
BAB IV – Hasil dan Pembahasan
Di sinilah Anda menunjukkan apa yang terjadi saat penelitian dilakukan. Bab ini akan menunjukkan apakah metode yang ditulis di BAB III benar-benar diterapkan.
Bagian ini biasanya mencakup:
- Deskripsi hasil penelitian (tabel, grafik, atau temuan kualitatif)
- Analisis data
- Interpretasi
- Pembahasan berdasarkan teori BAB II
Banyak mahasiswa hanya menampilkan data tanpa menjelaskan maknanya. Ingat: data tidak berbicara sendiri—Anda yang harus memberi makna.
BAB V – Kesimpulan dan Saran
Bagian ini adalah penutup dari perjalanan penelitian Anda. Di sini Anda menyampaikan jawaban dari rumusan masalah secara langsung dan jelas.
Biasanya berisi:
- Kesimpulan inti penelitian
- Saran praktis
- Rekomendasi penelitian lanjutan
Kesimpulan bukan rangkuman, melainkan jawaban dari pertanyaan penelitian. Jika skripsi Anda jelas dari awal, BAB V biasanya justru yang paling mudah ditulis.
Tips Agar Penulisan Skripsi Tidak Terhenti di Tengah Jalan
- Tulis bagian yang paling mudah dulu — tidak harus mulai dari BAB I.
- Pakai timer 30–45 menit fokus tanpa distraksi.
- Revisi setelah tulisan selesai, jangan revisi sambil menulis.
- Selalu konsultasikan outline sebelum mulai menulis panjang.
- Buat jadwal rutin menulis—even 1 halaman/hari sudah jauh lebih baik daripada menunggu mood.
Kesimpulan
Kerangka bagian utama skripsi membantu mahasiswa memahami alur penulisan agar tidak tersesat di tengah proses. Dengan memahami fungsi setiap bab—mulai dari latar belakang hingga kesimpulan—penulisan skripsi menjadi lebih terarah, logis, dan mudah dikembangkan.
Skripsi bukan soal sempurna dari awal, tetapi soal menyusun, memperbaiki, dan menyelesaikan. Jika ada struktur yang jelas, maka prosesnya terasa lebih masuk akal — bukan lagi beban yang menumpuk di akhir semester.
Semoga panduan ini membantu proses penulisan skripsi Anda berjalan lebih lancar dan terstruktur. Selamat berproses — dan jangan menyerah.